Kamis, 06 Oktober 2011

Masa Jati Diri

Jadul atau Mudarat
                Astagfirullah haladzim, astagfirullah haladzim, astagfirullah haladzim,
Ya Allah Tuhan Rabbi ku hanya PadaMu aku berserah atas segala usursan dunia terutama akhiratku,
Dizaman yang disebut orang sebagai zaman yang semakin maju dan berkembang untuk menemukan suatu hal yang dapat membantu kemaslakhatan umat, dan dilain sisi zaman ini juga membobokran akhlaq para remaja.
            Tidak hanya dari segi perkembangan teknologi, akan tetapi dari segi tren budaya yang sudah jelas bertentangan dengan pancasila pun tak lagi digubris. Saya memanglah mungkin hanya remaja kolot dan tidak mengikuti perkembangna zaman yang seharusnya, disisi lain hati saya menjerit ketika harus melihat kenyataan bahwa bukan mereka yang tak saya kenal yang menjadi korban probaganda kehidupan ala barat, akan tetapi teman-teman saya bahkan mereka adalah temen dekat saya sendiri yang harus menjadi bagian dari kedzaliman tersebut.
            Naudzubillah himindzalik, naudzubillah himindzalik, saya bukan merasa sok alim atau benar sendiri, karena pada mulanya manusia memanglah tempat salah dan lupa, akan tetapi ya Allah hanya bisa beristigfar sebanyak mungkin untuk menghindarkan pikiran saya dari hal-hal yang negative. Jujur saya malu ya Allah dan berharap tidak bertegur sapa dengan teman-teman saya ketika mereka pergi ke mall dengan pakaian yang “super modis” sedangkan saya hanya menggunakan kerudung, kaos & celana yang mampu menutup aurat saya.
            Tidakkah mereka menyadari apa guna Al-Qur’an & as sunnah yang disebut Rasullullah sebagai 2 perkara yang tidak akan pernah menyesatkan. Hamba selalu berusaha untuk mengingatkan semampunya pada mereka, agar sebisa mungkin gunakan pakaian yang dapat menutup tubuh kalian walau belum mampu berkerudung. Astagfirullah ya Allah tak banyak kata yang hamba ucapkan selain istigfar ya Rabb, ampuni mereka, Lindungi mereka dari kelamnya zaman ini. Ada sesuatu yang berlari-lari dalam otak hamba ya Rabb haruskah hamba menagisi keadaan bahwa sesungguhnya hamba termasuk golongan hamba yang kolot dalam tren masa kini, atau hamba harus bersyukur atas nikmat keihlasan hamba sebagai seorang remaja muslim yang memanglah seharusnya menutup aurat yang ada pada tubuhnya.
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ’Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumur (Ind: jilbab)nya ke dadanya…’” (Annur:31)
*Pelajaran Kutip :
1.      diperlukan mental dan keberanian yang kuat untuk mengabaikan kebaikan daripada harus memulainya. Astagfirullah naudzubillah himindzalik.
2.      Bersyukurlah ketika anda sudah kenal syariat islam & mampu menjalaninya dari pada tak kenal dan tidak mau untuk mengenalnya.
3.      Tidak semua perkembangan zaman harus diikuti, karna ketika kita hanya menggunakan nalar tanpa hati=keblinger. Syukron Katsiron,.
S